Balita
Almost End Year
It's almost the end of 2022. A little nervous, little worry, and grateful. Nervous of soon-to-be challenging experience. Grateful for more than 60% of my resolution's achievement.
Malang, Nov 23 2022
Hamdalah
Self-love
Menyapa Kembali
Siang, Mentari. Lama tak kutuliskan hari-hari. Ada pengingat yang menghampiri. Sekilas ia datang selama tujuh hari. Barangkali jawaban kata hati, suatu ketika ia pernah ingin sejenak mengistirahatkan diri. Saat itu, aku mengingat kembali, dan melihat kembali, bagaimana orang-orang yang begitu tampak kuat dan bahagia menjalani hari-hari yang begitu berat dan melelahkan.
Aku melihat lagi. Bahwa ada hati lainnya yang semakin lelah ketika aku sakit. Ketika memilih menyerah, ada orang lain yang harus berkorban banyak. Ada yang harus kembali. Jika fase hidup ini naik pada tahap berikutnya, ada raga yang harus semakin kuat dan jiwa yang semakin siap.
Aku melihat lagi. Bahwa ada perbaikan-perbaikan atas diriku yang bisa aku lakukan. Akhirnya waktu itulah aku benar-benar melihat kembali.
Jika ada jiwa yang belum siap, marilah pelan-pelan kita belajar. Jika ada noda di masa lalu, marilah pelan-pelan kita bersihkan. Jika tak mungkin, maka hati-hatilah dengan masa kini dan masa depan. Selamat datang kembali diriku. :)
14 Oktober 2021
Bersyukur dan Menerima
Kata seorang teman, rumput tetangga terlihat lebih hijau karena kita terlalu fokus melihatnya, tidak merawat rumput sendiri. Syukuri apa yang ada, jalani apa yang ada, hidup adalah anugrah.
Ya.
Kita terkadang melihat hidup dan orang lain terlihat begitu lebih indah dari yang kita miliki. Apalagi setiap hari medsos mempermudah kita melihat kehidupan hampir semua orang. Padahal, indah-indah nya hidup kita juga banyak kok.
Banyak indahnya hidup kita yang kalau kita lihat dan sadari lagi, kita akan bersyukur.
Setiap orang dan kehidupannya punya sesuatu yang lebih dan kurang, punya sisi indah dan kurang indahnya. Bisa jadi hal yang indah dan begitu indah ternyata setelah kita miliki tidak cocok dan tidak indah kalau kita yang punya.
Seperti baju. Di foto, baju yang dipakai mbak-mbak model kelihatan indah, cantik, ternyata waktu kita beli dipakai, tidak cocok dengan warna kulit kita, tidak seindah ketika dipakai mbak e. Begitu pun, ternyata baju yang kelihatannya nggak indah dipakai mbak model, ketika kita pakai begitu indah.
Kata pepatah jawa, urip iku sawang sinawang.
Hidup itu tak henti2 melihat kehidupan orang lain.
Faktanya memang banyak yang begitu, kita pun kadang dan sering melihat kehidupan orang lain, dari berbagai aspeknya yang kita minati.
Mungkin sifat manusia memang begitu, suka melihat kehidupan dan orang lain. Begitu Nabi mengerti kelakuan manusia yg umumnya seperti itu.
Sampai Nabi mengarahkan, kalau mau lihat kehidupan atau orang lain itu ada caranya.
Lihatlah org lain yg lebih tinggi, dalam hal agama.
Lihatlah org lain yg lebih rendah, dalam hal dunia.
Semoga hati ini selalu bersyukur dg yang telah dimiliki. Karena dengan syukur, Allah tambahkan nikmat.
Moral dan Etika
Semakin berjalan semakin menyadari bahwa banyak hal yang ku pelajari, terutama tentang menata hati dan menyikapi hidup.
Banyak kekurangan yang perlu diperbaiki dan salah satu caranya dengan belajar. Dan pelajaran tentang moral, etika itu adalah salah satu pelajaran paling berharga dibandingkan ilmu umum.
Kadang kita berpikir bahwa belajar moral, etika itu nggak lebih keren daripada belajar teori eksakta atau sosial. Tapi setelah kita mengalami fase kehidupan selanjutnya, menjadi orang tua, kita akan tahu bahwa itu adalah ilmu yang jauh lebih berharga. Dengannya hidup kita menjadi indah, dan pribadi kita menjadi beauty.
Mungkin dulu kita berpikir bahwa pencapaian diri, pengakuan orang lain adalah hal yang prestise, wah, keren. Tapi pada saatnya kita akan tau bahwa kebersamaan, kebaikan, ketentraman hati adalah yang sebenarnya paling kita butuhkan untuk menghadapi hidup.
Bahwa dunia dan hidup ini indah ketika kita bisa merasa cukup, mencintai diri, memberikan kebaikan. Bukan penilaian, pengakuan orang lain bahwa kita orang yang luar biasa. Semua orang begitu luar biasa dengan potensi kebaikan mereka.
Selamat menikmati hangatnya mentari :)
Tips Kelola Keuangan
Tumbuh Besar
Satu hal yang juga harus tak lupa ibu siapkan adalah perasaan. Ibuk tak boleh lupa meskipun kamu anak ibuk, kamu adalah insan yang nanti tumbuh besar dengan pemikiranmu. Akan menjadi anak yang mandiri.
Maka rasa 'kepemilikan' ibuk terhadapmu pun tetap ibuk ingat bahwa ada saatnya kamu nanti harus tidak dalam pelukan ibuk. Ada batasnya ibuk untuk mendekapmu karena kamu harus belajar dengan kehidupan ini. Ibuk nantinya tidak lagi memeluk kamu, tapi ibuk memegang tanganmu untuk 'berjalan bersama' ☺☺









