Tampilkan postingan dengan label Cerita aja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita aja. Tampilkan semua postingan

Balita

Jika ada waktu berharga yang tak terulang lagi mungkin hari ini
Jika ada peluk, tangis, dan riang bersama mungkin hanya beberapa tahun lagi
Lalu setelahnya ketika kamu tumbuh besar dan mandiri, semua waktu bersama, meredakan tangis, mendengar cerita, adalah kenangan indah yang tidak aku sesali

Malang, 26 November 2022

Almost End Year

 It's almost the end of 2022. A little nervous, little worry, and grateful. Nervous of soon-to-be challenging experience. Grateful for more than 60% of my resolution's achievement.

Malang, Nov 23 2022 




Hamdalah

Sebuah syukur Allah berikan begitu banyak anugerah-Nya. Baik berupa keluangan waktu, kejernihan pikir, kehadiran keluarga, hingga tercukupinya kebutuhan.
Libur empat hari cukup memberiku banyak syukur. Keluarga saleh cukup memberiku syukur. Kesempatan berkhidmah pada ulama (melalui perantara organisasi) juga anugrah. Hingga sarana untuk mendukung kemudahan khidmah adalah juga anugrah.

Tidak pernah hati ini menduga doa yang dulu semuanya terkabulkan, termasuk mendapat keluarga orang soleh dan ulama. Bukan untuk kebanggaan, namun karena keinginan kedekatan akan ilmu dan teladan.

Bertahan dengan sarana seadanya untuk khidmah, ternyata Allah ganti dengan yang lebih baik dan jauh lebih baik untuk mendukung amanah yang kebetulan berkaitan dengan media sosial dan pembuatan konten.

Bersabar hingga hampir lelah pada khidmah, ternyata Allah balas dengan petunjuk, kemudahan, dan pengetahuan-pengetahuan baru.

Alhamdulillah

Self-love

Pengalaman bisa mengantarkan seseorang menjadi lebih dewasa, jika disertai dengan sikap yang bijaksana.

Pemahaman akan pengetahuan lebih bisa mengantarkan seseorang untuk lebih baik dalam menghadapi masalah

Dan

Pemahaman akan self-love mengantarkan seseorang lebih dewasa, menghargai orang lain, dan bijak dalam menghadapi masalah, resiko dan tantangan.

Menyapa Kembali



Siang, Mentari. Lama tak kutuliskan hari-hari. Ada pengingat yang menghampiri. Sekilas ia datang selama tujuh hari. Barangkali jawaban kata hati, suatu ketika ia pernah ingin sejenak mengistirahatkan diri. Saat itu, aku mengingat kembali, dan melihat kembali, bagaimana orang-orang yang begitu tampak kuat dan bahagia menjalani hari-hari yang begitu berat dan melelahkan. 

Aku melihat lagi. Bahwa ada hati lainnya yang semakin lelah ketika aku sakit. Ketika memilih menyerah, ada orang lain yang harus berkorban banyak. Ada yang harus kembali. Jika fase hidup ini naik pada tahap berikutnya, ada raga yang harus semakin kuat dan jiwa yang semakin siap.

Aku melihat lagi. Bahwa ada perbaikan-perbaikan atas diriku yang bisa aku lakukan. Akhirnya waktu itulah aku benar-benar melihat kembali. 

Jika ada jiwa yang belum siap, marilah pelan-pelan kita belajar. Jika ada noda di masa lalu, marilah pelan-pelan kita bersihkan. Jika tak mungkin, maka hati-hatilah dengan masa kini dan masa depan. Selamat datang kembali diriku. :) 

14 Oktober 2021

Bersyukur dan Menerima




Kata seorang teman, rumput tetangga terlihat lebih hijau karena kita terlalu fokus melihatnya, tidak merawat rumput sendiri. Syukuri apa yang ada, jalani apa yang ada, hidup adalah anugrah.

Ya.

Kita terkadang melihat hidup dan orang lain terlihat begitu lebih indah dari yang kita miliki. Apalagi setiap hari medsos mempermudah kita melihat kehidupan hampir semua orang. Padahal, indah-indah nya hidup kita juga banyak kok.

Banyak indahnya hidup kita yang kalau kita lihat dan sadari lagi, kita akan bersyukur.

Setiap orang dan kehidupannya punya sesuatu yang lebih dan kurang, punya sisi indah dan kurang indahnya. Bisa jadi hal yang indah dan begitu indah ternyata setelah kita miliki tidak cocok dan tidak indah kalau kita yang punya.

Seperti baju. Di foto, baju yang dipakai mbak-mbak model kelihatan indah, cantik, ternyata waktu kita beli dipakai, tidak cocok dengan warna kulit kita, tidak seindah ketika dipakai mbak e. Begitu pun, ternyata baju yang kelihatannya nggak indah dipakai mbak model, ketika kita pakai begitu indah.

Kata pepatah jawa, urip iku sawang sinawang.

Hidup itu tak henti2 melihat kehidupan orang lain. 

Faktanya memang banyak yang begitu, kita pun kadang dan sering melihat kehidupan orang lain, dari berbagai aspeknya yang kita minati. 

Mungkin sifat manusia memang begitu, suka melihat kehidupan dan orang lain. Begitu Nabi mengerti kelakuan manusia yg umumnya seperti itu.

Sampai Nabi mengarahkan, kalau mau lihat kehidupan atau orang lain itu ada caranya.

Lihatlah org lain yg lebih tinggi, dalam hal agama.

Lihatlah org lain yg lebih rendah, dalam hal dunia.

Semoga hati ini selalu bersyukur dg yang telah dimiliki. Karena dengan syukur, Allah tambahkan nikmat.

Moral dan Etika




Semakin berjalan semakin menyadari bahwa banyak hal yang ku pelajari, terutama tentang menata hati dan menyikapi hidup.


Banyak kekurangan yang perlu diperbaiki dan salah satu caranya dengan belajar. Dan pelajaran tentang moral, etika itu adalah salah satu pelajaran paling berharga dibandingkan ilmu umum.

Kadang kita berpikir bahwa belajar moral, etika itu nggak lebih keren daripada belajar teori eksakta atau sosial. Tapi setelah kita mengalami fase kehidupan selanjutnya, menjadi orang tua, kita akan tahu bahwa itu adalah ilmu yang jauh lebih berharga. Dengannya hidup kita menjadi indah, dan pribadi kita menjadi beauty.

Mungkin dulu kita berpikir bahwa pencapaian diri, pengakuan orang lain adalah hal yang prestise, wah, keren. Tapi pada saatnya kita akan tau bahwa kebersamaan, kebaikan, ketentraman hati adalah yang sebenarnya paling kita butuhkan untuk menghadapi hidup.

Bahwa dunia dan hidup ini indah ketika kita bisa merasa cukup, mencintai diri, memberikan kebaikan. Bukan penilaian, pengakuan orang lain bahwa kita orang yang luar biasa. Semua orang begitu luar biasa dengan potensi kebaikan mereka.

Selamat menikmati hangatnya mentari :)

Tips Kelola Keuangan



Dulu keuanganku berantakan 😂 Bahkan sebelum nikah nggak pernah nyatet pemasukan pengeluaran karna ada sandaran hidup 😂 Makan nggak mikir beli sayur apa ikan apa. Listrik nggak bayar. 😁

Setelah hidup semi-mandiri semuanya mulai diperhitungkan 🙊 Bukan perhitungan banget alias sulit ngeluarin uang, tapi lebih ke mengatur prioritas dalam keuangan untuk tujuan rumah tangga 😂 (udah kayak apaa aja).

Belajar. Aku belajar menata finansial dg baca dari pakar personal finance. Tips biar bisa nabung tapi juga tetep happy adalah planning dengan metode 50 30 10 10.

Apa maksudnya?

50 persen untuk kebutuhan kita. 30 persen untuk cicilan, kayak BPJS, Listrik dan sebagainya. 10 persen untuk nabung. Dan 10 persen lagi buat infaq.

Nah, awalnya aku pakai itu ya. Terus aku mikir karna kebutuhan masa depan kayak sekolahnya anak terus kebutuhan lain-lain itu banyak. Jadi akhirnya berubahlah presentase itu 😂

Model itu boleh kok dimodifikasi sesuai butuhnya kita.

Dia itu cuma acuan yang disarankan oleh ahli aja. Tapi kondisi tiap orang tentu akan membuat persentase itu berubah.

Aku bersyukur sekarang persentase infaq sama tabungannya lebih besar karna meneladani orang-orang bijak (ya). Katanya lebih baik itu kita berhemat buat diri sendiri dan dermawan buat orang lain.

Kisah yang aku inget salah satunya sayyidina Ali Zainal Abidin. Disamping terkenal karena sedekah beliau yang tersembunyi, beliau juga rela hidup sederhana untuk beramal bagi orang yang membutuhkan.

Meski faktanya aku juga jauh banget dari itu ya 😂😂😂😂 Oke setidaknya kita sudah berusaha

Sekian tips dari saya 😊♥️

Oya aku pakai aplikasi iSaveMoney dari Play Store ya

Tumbuh Besar

Nggak terasa 3 bulan lebih kamu jadi newbie di dunia ini ya, Nduk. Wajahmu juga sudah tambah tembem, tambah besar. Yang dulunya mungil, putih, suka ketawa, sekarang udah suka check sound gitu (wkwk). 😁😁



Satu hal yang juga harus tak lupa ibu siapkan adalah perasaan. Ibuk tak boleh lupa meskipun kamu anak ibuk, kamu adalah insan yang nanti tumbuh besar dengan pemikiranmu. Akan menjadi anak yang mandiri.

Maka rasa 'kepemilikan' ibuk terhadapmu pun tetap ibuk ingat bahwa ada saatnya kamu nanti harus tidak dalam pelukan ibuk. Ada batasnya ibuk untuk mendekapmu karena kamu harus belajar dengan kehidupan ini. Ibuk nantinya tidak lagi memeluk kamu, tapi ibuk memegang tanganmu untuk 'berjalan bersama' ☺☺

Menikmati Waktu



Momen 3 bulan pertama jadi 'ibuk', banyak hal yang aku pelajari, termasuk gimana tetep semangat menjalani hari. 

Jadi seorang ibu dan bapak, menuntut kita buat belajar displin, manajemen waktu kita supaya semua pekerjaan tuntas, baik pekerjaan rumah, main sama anak, merawat anak, dan pekerjaan kantor. Lebih penting lagi, semua harus dijalani dengan mood yang bagus. Bahagia! 😊

Kita yang dulu sebelum nikah belum memikul banyak rutinitas, sekarang belajar banyak menata diri. Dan sebagai bagian dari adaptasi, bukan cuma mental yang harus bahagia dan sehat, fisik juga harus siap. 😊

Gimana aku menjalaninya?

Alhamdulillah, sejauh ini berkat kerjasama suami juga, semua bisa ku jalani dengan baik. 😊 Kalau pas mood mulai turun, biasanya aku melakukan hobi² buat refreshing. Biasanya baca buku, belajar, dengerin musik atau radio, kadang juga main game. 😊 Nah, kalau lagi agak capek2 badan, jurus yang ampuh adalah istirahat 😂 gantian shift sama suami.. kadang juga obatnya mandi air anget, pemanasan 😂

Ya, semua itu perlu buat jaga mood & fisik kita siap menjalani hari demi hari 😊 Aku juga pernah baca kalau  salah satu tanda depresi jadi orang tua adalah ketika nggak bisa melakukan hobi.. Nah berarti hobi emang metode refreshing yang pas sekaligus tanda kalau kita nggak depresi ya ketika punya anak wkwk. 

Semoga semangat terus ya semua orang tua baru & calon orang tua 😊 

Morning Routine 1



Biasanya pagi, bangun tidur sholat subuh trus masak.. Lail dimandiin suami, habis itu sarapan bareng 😉

Little Daughter



Alhamdulillah :") Dari jaman baju & popok kebesaran sampek bajunya pas.. 😁😁😁

65 Tahun Ikatan


Satu niat suci dalam hati ketika pertama mengenalmu. Dari jarak jauh aku pandang kiranya hijau penuh tetumbuhan yang menyejukkan. Ku lihat awan di atasmu biru muda meneduhkan. Rupanya, tetumbuhan yang rindang itu jarang-jarang. Kudekati, kupandang, kupegang daun-daunnya, lalu aku sadar, kau membutuhkan siraman dan asupan.
Menjagamu dalam usia yang tak lagi muda, dengan atmosfer yang kian dinamis adalah sebuah tantangan. Dalam ragamu yang ternaung sebuah ikatan kuat menunggu benih-benih baru untuk mengisinya. Paradigma lama dilestarikan, paradigma baru ditumbuhkan. Mengambil kebaikan meninggalkan keburukan dengan menggali relevansi.

Semoga subur selalu ikatan :)

Suara Kotak dan Manusia

Konten-konten media massa hampir sesak oleh berita-berita pemilu. Tidak cukup selesai di pengumuman hasil pemilihan, isu ketidakpercayaan pada pemerintah dan representasi sesama masyarakat digembar-gemborkan.

Beberapa peristiwa menjadi tanda tanya. Ketika kertas suara berbicara dan oknum kericuhan bertindak nyata. Lisan, tulisan, semua seolah panas di telinga dan mata.

Salah satu tim sukses menggunakan diksi-diksi khas Orde Baru, entah kaum milenial sudah paham kelamnya sejarah atau hanya sebagian saja. Mendebarkan, angka angka suara menjadi rebutan. Janji hanyalah janji. Akan terbukti dari sejarah dan napak tilas perbuatan.

Penuhilah janji, jadilah orang yang jujur. Kata orang bijak, jujur adalah awal dari sifat amanah. :)

Hasil gambar untuk pemilu 2019

New Steps 😉❤️


Sebuah langkah untuk tahap yang baru, bukan hal yang selamanya mudah. Menyatukan, mengolaborasi, dua dunia yang akan berubah pada kehidupan kami masing-masing. Dua sejarah.

Meski begitu, tak ada yang tak mudah jika kita bersama tau kemana harus menuju.

30.3.2019
posted from Bloggeroid

Pagi

Alun tinta merakit waktu
Berhenti sejenak
Pagi

Jeda


Dalam keluguan jiwa
Lalu rapuhnya jiwa lainnya
Tanya menyapa, bagaimana dengan jiwa-jiwa yang lupa 
Lalu dalam menyapa, bagaimana dengan yang alpa
Barangkali aku alpa itu maka sapalah

Jeda

Jika itu yang dibutuhkan
Barangkali sibuknya jiwa dan kehidupan
Tak ada kata tuk sepakat cukup sikap

Tak ada lagi keluh
Cukup penyembuh
Apakah demikian
Juang

Engagement Day

Alhamdulillah
Nggak nyangka hari ini Alhamdulillah bisa bertemu keluarga besar yang baru.. hehehehe...

Terimakasih sambutan hangatnya.. Dan, aku agak lupa biasanya soal nama, semoga bisa sering silaturahim baik dengan sesama atau antar keluarga besar




posted from Bloggeroid

Kesenjangan

Apakah Tuhan menciptakan puasa sebagai obat segala kesenjangan?

Ketika berhak makan banyak, tapi harus menahan untuk saudaramu yang seadanya. Ketika Siti Fatimah berhak memasang tirai dirumah nya, tapi harus menahan untuk tetangganya yang seadanya.


posted from Bloggeroid

Belum benar benar berjuang

Jika berjuang di dan memperjuangkan NU itu tak mudah, sebenarnya di balik itu ada yang lebih tak mudah lagi. Perjuangan yang bisa kita sengajakan atau sebaliknya, tidak kita sadari telah kita lakukan.

Apa itu?

Perjuangan melawan pesimisme, kesombongan, ingin dipuji, tak suka dicela. Perjuangan untuk memilih pendapat orang lain, mengesampingkan ego pribadi, dan banyak lagi.

--

posted from Bloggeroid