Kamis, 05 Oktober 2017

Alhamdu Lillah

Kenapa ya nulisnya harus dipisah gitu Alhamdu Lillah? Konon katanya penekanan penulis aja. hehe ibarat kalau nulis versi Jawa nya itu: Suwun Ya Alloh.
EYD nya? Jangan tanya aku wkwk. Bukan ahli bahasa, lagian masalah ejaan jangan dipikir berat-berat, ini nggak masuk ujian nasional Bahasa Indonesia.

Nikmat Alloh memang luar biasa besar. Ya ini edisi penulis lagi tobat hehehhee (Alhamdulillah bisa edisi tobat) wkwk (semoga istiqomah, pemirsa). 

Suwun Ya Robb. Wes pokok e suwun pol. Suwun. Suwun sak kathah - kathah e. Njenengan Terbuaik wes. Tapi nggeh kulo nyuwun ngapunten kathah dusone teng Njenengan.

Kalau kata ulama, tahadduts bin nikmah itu ada di surat Ad-Dhuha ayat terakhir, ya apa salahnya penulis ini matur sedikit-sedikit. Intinya Alloh buaik banget, sudah menempatkan kehidupan penulis di sebaik-baik tempat. Dan konon katanya , dawuhnya poro ulama, kalau kita ini terus berusaha takwa sebaik-baiknya sama Alloh, pasti Alloh kasih yang baik-baik dan lebih-lebih dari yang kita minta. Itu yang penulis alami. Meski penulis ini pas-pasan, tapi Alloh kasih penulis luebih-luebih wes. Nikmat yang Alhamdulillah.

'Kalau kamu bertakwa pada Alloh, pasti Alloh ajarkan apa yang tidak kamu ketahui'

Ngoten mengutip dari dawuh yai Suwandi ketika mengajar Nashoihul Ibad. Nikmat ilmu yang mendekatkan kita pada Alloh itu juga buesar sekali. Kita bisa tau dan merasakan nikmatnya Alloh itu selalu baik sama kita. Selalu wes. Selama kita ini berniat baik, Alloh bantu kita berbuat baik. Kalau kita berbuat baik, Alloh kasih kita bantuan berbuat baik lebih banyak lagi, Alloh kasih ketentraman hati, kasih sayang, buanyak wes. Pokok e Alloh buaik <3

Rabu, 04 Oktober 2017

Hanya dibaca

Selamat malam :) Salam. Semoga semuanya baik-baik saja. Apa aku keliru? Hanya tak ingin ada banyak pertemuan yang tak semestinya sebelum kita lebih jauh lagi. :)

Minggu, 01 Oktober 2017

Sepancar Doa atau Cerita ._.

Entah kemana aku berjalan
Banyak yang aku abaikan, terlalu fokus pada beberapa orang saja. Dalam hidupku hingga saat ini. Maaf bila aku tak sempat menengok atau bertanya kabar. Betapa aku menyibukkan diriku untuk organisasi-organisasi ini. Bukan berarti aku melupakan yang lain, mungkin aku menomerduakannya. Tidak tanpa alasan. Idealisme ini berakar mengharap aku membantu para ulama sebaik mungkin yang aku bisa. Akar ini entah hanya idealisme muda-mudi ataukah memang cinta dan rindu pada sinar Ilahi yang memancar pada para Nabi dan pewarisnya. Hingga satu ketika aku juga bertanya apakah tidak aku punya waktu bermain-main dengan kalian? Entahlah, mengapa aku ini cenderung pada mereka mereka saja. Satu ketika kisah Nabi menyentuh hati, selalu ramah dan berteman dengan siapa saja. Menjaga silaturahim dengan bertegursapa, bercerita dan ceria. Seolah dirangkum oleh Imam Ghozali "Jika tak mampu menjadi manusia yang bermanfaat dan berbuat baik maka setidaknya jangan menjadi orang yang merusak dan menyakiti orang lain". Hingga menetes ilmu itu pada kitab akhlak lil banin, akhlak lil banat, betapa aku masih perlu memperbaiki semua hubungan ini. Karna rasa sayang dan rindu ini hanya ku arahkan selama Engkau memintanya. Di situ lah aku berada dan mencoba untuk belajar. Hingga aku harap selalu bimbingan-Mu karena setiap langkahku menjadi harapku untuk bersama-Mu.
.

Sabtu, 09 September 2017

Bahagia lah

Ketika kita ingin menuliskan, tapi keraguan itu datang. Teman, aku minta maaf jika satu ketika kalian harus bertemu dengan seorang Kurnia yang masih dalam proses pencarian jati diri dan belum menemukan pencerahan.
Aku hanya bisa memandangmu, menyampaikan maaf dari hatiku, lalu terkadang tersenyum padamu. Aku tak tau apakah itu adalah senyuman yang kau abaikan seperti dulu yang ku lakukan atau bagaimana. Tapi saat ini semoga hatiku menetapi satu hal, aku bahagia melihatmu bahagia. :)
.



 

Reddish Pink Template by Ipietoon Cute Blog Design